Senin, 24 Januari 2011

Ikhlas

1. Ikhlas Kepada Allah

Ikhlas kepada Allah SWT, berarti ridho / rela menerima segala ketentuan-Nya. Ikhlas dan ridho menerima segala apa yang telah diajarkan oleh Allah yang diturunkan melalui Nabi Muhammad SAW, yang berupa perintah dan larangan-Nya. Maksudnya, berarti senang dan tidak merasa keberatan dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya dan melaksanakannya semata-mata ikhlas hanya karena Allah SWT, tanpa pamrih.
tujuan amal ibadah yang dilakukan hanya satu, yaitu bagaimana agar apa yang telah dilakukan diterima Allah SWT, sehingga sampai bisa merasakan buah dari keikhlasan yang berupa ketentraman jiwa dan ketenangan batin, yang pada akhirnya hidup akan jauh lebih indah dan bahagia.

2. Ikhlas Dalam Menghadapi Masalah Hidup

Terkadang kita sering kali merasakan betapa sulitnya menjadi hamba yang ikhlas, betapapun kita telah berusaha. Sebenarnya yang membuat sulit itu adalah karena kita tidak siap menerima kenyataan hidup yang tidak sesuai dengan keinginan, hingga akhirnya dilanda rasa kecewa.
Padahal kalu kita renungkan, kenyataan hidup yang tidak sesuai dengan keinginan itu, bukankah sudah terjadi dan menimpa kita ? Jadi, suka atau tidak suka, rela atau tidak rela, mau atau tidak mau, tidak ada pilihan lain, tetap kita harus menjalaninya.
Jadi lebih baik kita terima dengan ikhlas, karena di dunia ini kita pasti akan selalu menemukan kenyataan yang tidak bisa dihindari, yaitu selamanya kita akan menemukan perkasa-perkasa yang tidak mungkin kita rubah, tetapi kita hanya dapat berinterkasi bersamanya dengan sabar dan penuh keimanan.

3. Ikhlas Terhadap Pandangan Orang

Mungkin adalah satu dari kita yang terkadang masih sangat terganggu dengan pandangan orang terhadap kita yang selama hidupnya jadi sangat mencemaskan / mengkhawatirkan padangan orang. Kekhawatiran kita misalnya : Nanti apa kata orang kalau ..... atau wah, kalau sampai teman / tetangga tahu masalah ini, saya malu dan sebagainya. ita sangat disibukan dengan hanya memikirkan penilaian orang terhadap kita, hingga akhirnya kita tidak merasakan ketentraman yang sesungguhnya dalam hidup.
Cobalah kita belajar untuk tidak memperdulikan pandangan orang terhadap kita, dengan perasaan puas terhadap padangan Allah kepada kita. Karena sesungguhnya, bila pandangan Allah baik terhadap kita, maka baik juga pandangan makhluk kepada kita.
Kita tidak akan bisa menjadi hamba Allah yang ikhlas dan mencapai hakikat keikhlasan yang sesungguhnya, sampai kita bisa menghilangkan pandangan orang dari pikiran kita.

4. Memperbaiki Amal ibadah Dengan Ikhlas

Jika melakukan suatu amal kebaikan, jagalah amal kebaikan kita dari segala sesuatu yang dapat merusaknya, cegahlah hawa nafsu dari kesenangan menghapuskannya. Bersihkanlah amal kebaikan kita dari sifat riya, baik yang elas maupun yang terselubung.
Pahami dan terapkanlah pengertian Laa haula wala quwata illa billahi, tiada daya untuk mengelakan dan tiada daya kekuatan untuk berbuat apapun kecuali dengan pertolongan Allah SWT. Karena memang semua langsung dari Allah, dengan pertolongan Allah, atas ijin Allah.
Allah Swt. yang memberi hidayah dan taufiq karena itu perbaikilah amal perbuatan kita dengan ikhlas dan perbaikilah keikhlasan kta dengan persaan tidak ada kekuatan sendiri, sedang semua yang dilakukan semata-mata karena bantuan pertolongan Allah Swt.

5. Ikhlas Menerima Takdir Allah Swt

Berikut ini kiat-kiat yang bijak untuk menyikapi takdir Allah Swt yang tidak sesuai dengan keinginan, kadang kita rasakan pahit, yaitu :
- Biarlah takdir berjalan sebagaimana kehendak Allah Swt, yang terpenting kita kerjakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala apa yang dilarang, percuma kita berpikir secara mendalam mengenai takdir, karena seberat apapun kita berpikir, akhirnya suka atau tidak suka kita harus menerima ketentuan-Nya.

Mudah-mudahan kita semua termasuk orang-orang yang Ikhlas kepada Allah Swt.
Semoga bermanfa'at.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar